Example floating
Example floating

RSUDMA Sumenep Bertransformasi Jadi Pusat Rujukan Medis Modern

Putih dan Hitam Modern Bisnis Podcast YouTube Thumbnail 20260707 062631 0000
A-AA+A++

SUMENEP | ALTRIAN NEWS – Tahun 2026 menjadi fase penting bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu mulai bertransformasi menjadi pusat rujukan medis modern di kawasan timur Pulau Madura.

Transformasi ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUDMA, dr. Erliyati. Ia mendorong pembenahan menyeluruh di berbagai sektor pelayanan.

Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, hingga penguatan kompetensi tenaga kesehatan.

Selain itu, penerapan sistem layanan berbasis teknologi juga menjadi fokus utama pengembangan rumah sakit.

“Tahun 2026 ini kami fokus memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujar dr. Erliyati, Rabu (17/6).

Perubahan ini seiring dengan status RSUDMA yang kini telah menjadi rumah sakit tipe B.

Dengan status tersebut, RSUDMA didorong mampu menangani kasus medis yang lebih kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.

Langkah ini sekaligus menjadikan RSUDMA sebagai destinasi utama pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumenep dan wilayah sekitarnya.

Sejumlah layanan prioritas turut diperkuat.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam kini ditingkatkan dari sisi kecepatan respons.

Kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) juga diperluas untuk menunjang pelayanan pasien kritis.

Tak hanya itu, layanan PICU dan NICU untuk pasien bayi dan anak diperbarui dengan fasilitas yang lebih modern.

Di sisi lain, pengembangan layanan spesialis juga menjadi perhatian serius.

Bidang jantung dan paru-paru dipersiapkan sebagai layanan unggulan guna meningkatkan daya saing rumah sakit di tingkat regional.

Transformasi juga menyasar sistem pelayanan berbasis teknologi.

RSUDMA mulai mengoptimalkan antrean digital yang terintegrasi dengan aplikasi kesehatan nasional.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran hingga pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring.

Inovasi ini mampu mengurangi antrean panjang di loket pelayanan.

Sekaligus memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Penulis: Acan

Editor: Redaksi Altriannews

Penerbit: AltrianNews.com