SUMENEP | ALTRIAN NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) kembali menggelar Anugerah Inovasi Daerah (AID) Tahun 2025. Kegiatan ini akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 90 juta.
Ajang tahunan tersebut menjadi salah satu agenda penting Pemkab Sumenep untuk menumbuhkan budaya inovasi di berbagai sektor. Mulai dari masyarakat umum, perangkat daerah, hingga dunia usaha didorong agar aktif menciptakan gagasan baru yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa inovasi tidak boleh dipandang hanya sebagai tren, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anugerah Inovasi Daerah ini adalah wadah strategis bagi kita semua untuk menunjukkan kreativitas dan solusi inovatif yang dapat memajukan Sumenep,” kata Bupati Fauzi, Senin (22/09/2025).
Menurutnya, kompetisi inovasi ini harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan kualitas tata kelola pemerintahan. Fauzi menekankan, penyelenggaraan AID bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana membangun ekosistem inovasi yang berkesinambungan.
Pemkab Sumenep melalui BRIDA berharap ajang tersebut dapat melahirkan inovasi yang aplikatif, baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat maupun mempercepat reformasi birokrasi. Dengan begitu, hasil dari AID bisa menjadi contoh nyata kontribusi daerah dalam menciptakan solusi kreatif di tengah tantangan zaman.
Tahun ini, AID 2025 terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama, inovasi tata kelola pemerintahan daerah. Kedua, inovasi pelayanan publik, meliputi sektor perizinan, kesehatan, hingga pendidikan. Ketiga, inovasi lainnya yang sesuai dengan kewenangan daerah dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui pembagian kategori tersebut, Pemkab Sumenep ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Setiap ide inovatif yang lahir diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Bupati Fauzi menutup pesannya dengan mengajak seluruh pihak, baik perangkat daerah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk ikut berperan aktif dalam AID 2025.
“Inovasi adalah kunci utama untuk mengatasi berbagai tantangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Acan
Editor: Altrian
Redaksi: Altrian News













