MALANG, Altriannews.com – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan terus dilakukan SMA Negeri 1 Tumpang melalui Workshop Peningkatan Motivasi Kinerja dan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang digelar di Aula Wisnuwardhana, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 14.30 WIB tersebut menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., sebagai keynote speaker serta Sri Sudarwati, MM, CEO PT Citra Prestasi Gemilang sekaligus Master Trainer sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Anggraeni menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, workshop tersebut menjadi sarana untuk menyegarkan kembali kemampuan, motivasi, dan semangat para pendidik sehingga dapat melahirkan berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
“Manfaat kegiatan ini untuk me-recharge Bapak dan Ibu guru terkait penambahan kompetensi. Harapannya motivasi kerja meningkat, kompetensinya bertambah, dan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” ujar Dwi Anggraeni.
Ia menjelaskan, inovasi tidak harus berupa sesuatu yang besar. Strategi pembelajaran baru, media pembelajaran, bahan ajar, hingga pengembangan aplikasi yang mempermudah proses belajar mengajar dapat menjadi bentuk inovasi yang memberikan manfaat bagi peserta didik.
Selama kurang lebih enam bulan melakukan pengamatan terhadap SMAN 1 Tumpang, Dwi Anggraeni menilai kualitas pendidikan di sekolah tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“SMA Negeri 1 Tumpang sudah tidak boleh dianggap sepele terkait mutu pendidikan. Kualitas guru, sarana prasarana, hingga output yang dihasilkan sudah harus diperhitungkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan sekolah, termasuk pengembangan digitalisasi dan program Double Track yang dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak lepas dari sinergi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, serta masyarakat.
“Tidak boleh lengah dan tidak boleh stagnan. Inovasi harus terus berkembang agar kualitas pendidikan semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Workshop tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Sejumlah guru mengaku mendapatkan semangat dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Salah seorang peserta yang merupakan guru di SMAN 1 Tumpang dan enggan disebutkan namanya mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan workshop tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Workshop seperti ini sangat bagus dan bermanfaat. Kami mendapatkan banyak inspirasi dan semangat baru. Terkadang rutinitas mengajar membuat energi dan motivasi menurun, sehingga kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk me-refresh kembali. Harapan kami, kalau memungkinkan kegiatan semacam ini bisa diagendakan minimal dua kali dalam setahun agar para guru dan tenaga kependidikan semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada siswa,” ungkapnya.
Menurutnya, selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan inovatif yang dapat diterapkan di sekolah.
Antusiasme peserta yang tinggi selama workshop berlangsung menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga pembinaan yang berkelanjutan agar semangat, profesionalisme, dan kreativitas para tenaga pendidik terus tumbuh demi menciptakan pendidikan yang semakin berkualitas.














Tidak ada Respon