Example floating
Example floating
PolitikBerita

Bawaslu Jatim Dorong Pengawasan Partisipatif di Pemilukada 2024 Sumenep

Avatar of Altriannews.com
464
×

Bawaslu Jatim Dorong Pengawasan Partisipatif di Pemilukada 2024 Sumenep

Sebarkan artikel ini
IMG 20241122 WA0033

SUMENEP | Altriannews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep untuk memantau dan mengevaluasi persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 2024.

Kunjungan ini juga dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bertajuk, “Menyongsong Pemilukada yang Berintegritas dan Anti Uang”, yang dilaksanakan di Hotel El Malik, Kecamatan Kota Sumenep. Senin, (18/11/2024) siang.

Ketua Bawaslu Jatim, A. Waris, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan partisipatif dalam memastikan Pemilukada berlangsung dengan jujur dan adil.

“Masyarakat adalah pengawas aktif yang dapat membantu mencegah pelanggaran dalam pemilu. Dengan keterlibatan mereka, kita berharap Pemilukada kali ini dapat berjalan dengan integritas tinggi”, ujar A. Waris saat diwawancarai sejumlah media.

“Tolak Politik Uang, Pilih Pemimpin Berkualitas” 

Salah satu fokus utama sosialisasi ini adalah edukasi mengenai bahaya politik uang. Menurut A. Waris, praktik politik uang tidak hanya mencederai demokrasi, tetapi juga berisiko melahirkan pemimpin yang tidak kompeten.

“Politik uang mengaburkan esensi pemilu sebagai ajang memilih pemimpin terbaik. Masyarakat harus sadar bahwa suara mereka sangat berharga dan tidak bisa dibeli. Pilihlah pemimpin dengan hati nurani,” tegasnya.

“Tantangan Logistik di Sumenep”

Sebagai kabupaten kepulauan, Sumenep menghadapi tantangan logistik dalam penyelenggaraan pemilu. A. Waris menjelaskan bahwa distribusi logistik menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran Pemilukada di wilayah ini.

“Sumenep memiliki banyak pulau, sehingga logistik selalu menjadi tantangan utama. Namun, kami optimistis dengan perencanaan yang matang, kendala ini dapat diatasi,” katanya.

“Generasi Muda Sebagai Pengawas Demokrasi”

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Jatim juga berharap dapat melibatkan generasi muda sebagai pengawas partisipatif. A. Waris menegaskan bahwa pengawasan dari masyarakat, terutama generasi muda, sangat penting untuk mengawal proses demokrasi yang bermartabat.

“Kami ingin membentuk masyarakat, khususnya generasi muda, yang berperan aktif dalam menjaga demokrasi. Dengan pengawasan partisipatif, kita dapat menciptakan Pemilukada 2024 yang bersih dan adil,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang hadir, termasuk para pemuda dan tokoh masyarakat, yang menyatakan komitmen mereka untuk mendukung pemilu yang bebasdari praktik curang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *