Example floating
Example floating
KesehatanBerita

Si Cantik Penting, Cara Puskesmas Pandian Cegah Stunting dari Hulu

Avatar of Altriannews.com
486
×

Si Cantik Penting, Cara Puskesmas Pandian Cegah Stunting dari Hulu

Sebarkan artikel ini
Salinan dari ALTRIANNEWS.COM 20250421 045209 0000

SUMENEP | ALTRIANNEWS.com – Puskesmas Pandian terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Melalui program inovatif bertajuk “Si Cantik Penting” (Aksi Peduli Calon Pengantin dalam Rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting), pencegahan dilakukan sejak jauh sebelum kehamilan terjadi.

Sasaran utamanya adalah calon pengantin perempuan. Mereka mendapatkan edukasi kesehatan, asupan tablet tambah darah untuk mencegah anemia, serta mengikuti Kelas Catin yang digelar rutin setiap akhir bulan.

Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi hingga pembinaan spiritual. Tujuannya, membentuk calon ibu yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental dan emosional.

Kepala Puskesmas Pandian, dr. Fatimatul Insyoniyah, menegaskan bahwa kunci pencegahan stunting ada pada kesadaran dan kesiapan sejak sebelum menikah.

“Kami percaya bahwa mencegah stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan. Calon ibu yang sehat dan teredukasi akan melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas,” ujarnya kepada altriannews.com.

Program ini tak dijalankan sendirian. Puskesmas Pandian menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Sumenep sebagai mitra kolaborasi.

Setiap calon pengantin yang mendaftar di KUA akan dirujuk ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta mengikuti pembekalan pranikah.

“Si Cantik Penting bukan hanya tentang pemeriksaan kesehatan, tapi tentang membangun kesadaran. Kami ingin setiap pasangan siap menjadi orang tua secara fisik, mental, dan spiritual,” tegas dr. Fatimatul.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2019. Lokasi kegiatan bergantian antara puskesmas dan kantor KUA.

Data menunjukkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2019, angka anemia pada ibu hamil tercatat sebesar 33,3 persen. Stunting berada di angka 0,7 persen.

Pada periode 2023–2024, angka anemia berhasil ditekan hingga 14 persen. Meski angka stunting naik tipis menjadi 1,2 persen, capaian ini masih lebih baik dari rata-rata nasional.

Puskesmas Pandian berharap inovasi ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

“Harapan kami, calon pengantin tidak hanya siap menikah, tapi juga siap menjadi orang tua yang sadar pentingnya kesehatan. Karena pencegahan stunting dimulai dari mereka,” pungkas dr. Fatimatul. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *