Example floating
Example floating

KSOP Kalianget Edukasi Keselamatan Pelayaran Sejak Dini di SMPN 2 Kalianget

KSOP Kelas IV Kalianget memberikan edukasi keselamatan pelayaran sejak dini kepada pelajar SMPN 2 Kalianget. (Altriannews.com)
Kepala SMPN 2 Kalianget bersama jajaran KSOP Kelas IV Kalianget, guru, dan para pelajar berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi Edukasi Keselamatan Pelayaran Sejak Dini di SMPN 2 Kalianget, Kabupaten Sumenep. (altriannews.com 07/10/2026)
A-AA+A++

SUMENEP | altriannews.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget terus memperkuat edukasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat sejak usia dini. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan “Sosialisasi Edukasi Keselamatan Pelayaran Sejak Dini” di SMP Negeri 2 Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan edukasi maritim tersebut menyasar para pelajar sebagai bagian dari upaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian, serta budaya keselamatan transportasi laut di lingkungan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Sosialisasi berlangsung di halaman utama SMPN 2 Kalianget. Kegiatan berjalan tertib dan mendapat antusiasme dari para siswa yang mengikuti rangkaian edukasi mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas pelayaran.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 2 Kalianget, Hj. Siti Mariani, S.Pd.

Dalam sambutannya, Siti Mariani menyampaikan apresiasi terhadap langkah KSOP Kelas IV Kalianget yang memberikan pembekalan mengenai keselamatan pelayaran kepada para pelajar.

Menurutnya, edukasi keselamatan sejak usia sekolah memiliki nilai penting karena pengetahuan mengenai keselamatan dapat ditanamkan sebelum anak-anak berinteraksi lebih jauh dengan aktivitas transportasi laut.

“Edukasi keselamatan pelayaran kepada siswa merupakan pembekalan yang sangat penting, terutama bagi sekolah dan masyarakat yang berada di wilayah kepulauan serta pesisir,” ujar Siti Mariani.

Ia menilai, pengenalan mengenai keselamatan transportasi laut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Para siswa perlu memahami bahwa keselamatan harus menjadi perhatian utama ketika berada di lingkungan perairan maupun saat menggunakan transportasi laut,” lanjutnya.

Edukasi maritim pada dasarnya merupakan proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai berbagai aspek kelautan.

Dalam konteks keselamatan pelayaran, edukasi sejak dini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan perilaku yang lebih aman ketika masyarakat beraktivitas di wilayah perairan.

Bagi Kabupaten Sumenep, isu tersebut memiliki relevansi tersendiri karena aktivitas masyarakat tidak hanya berlangsung di wilayah daratan, tetapi juga berkaitan dengan kawasan pesisir dan kepulauan.

Transportasi laut menjadi salah satu bagian penting dalam mobilitas masyarakat yang menghubungkan wilayah daratan dengan sejumlah pulau.

Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan pelayaran tidak hanya dibutuhkan oleh awak kapal atau operator transportasi laut, tetapi juga oleh masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi laut.

Melalui kegiatan di lingkungan sekolah, pesan keselamatan dapat diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.

Para siswa dapat memahami bahwa keselamatan di laut membutuhkan kewaspadaan, kepatuhan terhadap aturan, serta pengetahuan mengenai tindakan yang tepat ketika berada dalam situasi tertentu.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.

Budaya keselamatan tidak cukup hanya dibentuk melalui aturan dan pengawasan. Pemahaman masyarakat mengenai risiko dan cara menghindarinya juga menjadi faktor penting dalam menciptakan aktivitas pelayaran yang lebih aman.

Dalam pelaksanaannya, sosialisasi keselamatan pelayaran di sekolah diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi antara instansi yang memiliki kewenangan di bidang kepelabuhanan dengan generasi muda.

Para pelajar juga memiliki peran sebagai penyampai informasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pengetahuan yang diperoleh di sekolah berpotensi diteruskan kepada orang tua maupun lingkungan sekitar, khususnya mengenai pentingnya memperhatikan keselamatan ketika melakukan perjalanan atau aktivitas di laut.

Dari sisi kelembagaan, kegiatan edukasi seperti ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan preventif dalam membangun kesadaran keselamatan.

Pengenalan keselamatan sejak dini diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan transportasi laut.

Pada bagian penutup kegiatan, terdapat tiga pesan penting yang dapat menjadi perhatian bersama. Pertama, keselamatan pelayaran membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna transportasi laut.

Kedua, edukasi keselamatan perlu dikenalkan sejak dini agar pemahaman mengenai risiko di lingkungan perairan terbentuk sejak usia sekolah.

Ketiga, sinergi antara instansi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Dengan edukasi yang dilakukan secara konsisten, pemahaman mengenai keselamatan pelayaran diharapkan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

Langkah KSOP Kelas IV Kalianget tersebut menjadi bagian dari upaya promotif untuk memperkenalkan keselamatan maritim kepada generasi muda, khususnya pelajar di wilayah pesisir.

Bagi masyarakat, keselamatan pelayaran pada akhirnya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pengetahuan, kepatuhan terhadap ketentuan, serta kewaspadaan dalam setiap aktivitas di laut.

 

Penulis: ACAN

Editor: Tim Altrian