Example floating
Example floating
PemerintahBeritaEkonomi

Kelola THR Bijak, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

Avatar of Altriannews.com
264
×

Kelola THR Bijak, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
ALTRIANNEWS.COM 20260413 221456 0000

SUMENEP, ALTRIAN NEWS – Lonjakan pengeluaran saat momen Lebaran kerap membuat masyarakat kurang bijak dalam mengelola keuangan. Tunjangan Hari Raya (THR) pun sering kali habis tanpa perencanaan yang matang.

Fenomena tersebut mendorong PT BPRS Bhakti Sumekar meningkatkan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu mengimbau agar penggunaan THR dirancang sejak awal.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan bahwa THR tidak seharusnya hanya digunakan untuk konsumsi sesaat, melainkan perlu dikelola secara bijak agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

“THR bukan untuk dihabiskan begitu saja, tetapi harus dikelola dengan baik agar keuangan tetap aman pasca-Lebaran,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pengelolaan THR dapat dilakukan dengan membagi ke dalam empat pos utama. Sebanyak 40 persen dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, seperti makanan, pakaian, dan keperluan lainnya.

Kemudian, 30 persen disarankan untuk ditabung atau dijadikan cadangan keuangan. Porsi ini dinilai penting guna menjaga ketahanan finansial di masa mendatang.

Selanjutnya, 20 persen dapat digunakan untuk sedekah atau infak sebagai bentuk kepedulian sosial, terutama di momentum Ramadan dan Idulfitri.

Sementara itu, 10 persen sisanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi atau self reward, namun tetap dalam batas yang wajar.

Menurut Hairil Fajar, pembagian tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara konsumsi, tabungan, dan tanggung jawab sosial. Tanpa perencanaan yang tepat, THR berpotensi menimbulkan masalah keuangan setelah Lebaran.

“Minimal 30 persen harus ditabung sebagai dana darurat untuk kebutuhan mendesak di kemudian hari,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai keberkahan melalui sedekah. Menurutnya, berbagi tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kondisi keuangan.

Melalui edukasi ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, khususnya dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi pasca perayaan Idulfitri.

 

Penulis : Acan

Editor : Redaksi AltrianNews

Penerbit: AltrianNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *