Example floating
Example floating

Bappeda Sumenep Raih Stan Terbaik Madura Night Vaganza 2026

Stan Bappeda Sumenep pada Madura Night Vaganza 2026 dengan konsep Keraton dan Pendopo Sumenep.
Jajaran Bappeda Kabupaten Sumenep berfoto bersama dalam rangkaian kegiatan Madura Night Vaganza 2026. Bappeda Sumenep meraih predikat sebagai salah satu dari enam stan terbaik melalui konsep Keraton dan Pendopo Sumenep yang memadukan budaya lokal dengan informasi pembangunan daerah.
A-AA+A++

SUMENEP|altriannews.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep meraih predikat sebagai salah satu dari enam stan terbaik dalam ajang Madura Night Vaganza (MNV) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas konsep stan Bappeda yang mengangkat perpaduan antara Keraton dan Pendopo Sumenep. Konsep itu memadukan identitas budaya dan sejarah lokal dengan penyajian informasi mengenai arah serta program pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur Bappeda.

Menurut Arif, penghargaan stan terbaik tidak dapat dilepaskan dari kekompakan dan kolaborasi seluruh jajaran yang terlibat dalam menyiapkan konsep hingga pelaksanaan kegiatan.

“Penghargaan stan terbaik MNV bukan semata-mata hasil kerja individu, melainkan buah dari kekompakan, kreativitas, dan kolaborasi seluruh aparatur Bappeda,” kata Arif, dikutip dari Media Center, Jumat (4/9/2026).

Konsep stan menjadi salah satu daya tarik Bappeda dalam kegiatan tersebut. Unsur Keraton dan Pendopo Sumenep digunakan sebagai pendekatan visual untuk memperkenalkan karakter daerah sekaligus menghubungkannya dengan informasi pembangunan.

Di dalam stan, Bappeda menampilkan sejumlah informasi pembangunan dalam bentuk infografis. Penyajian tersebut dimaksudkan agar informasi yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Sejumlah materi yang ditampilkan antara lain visi dan misi daerah, delapan program unggulan 2025–2029, indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai e-Stunting, E-SAKIP, hingga program Peti Koin Bermantra yang menjadi bagian dari informasi pembangunan daerah.

Arif menjelaskan, keikutsertaan Bappeda dalam MNV tidak sekadar mengejar penilaian stan. Kehadiran tersebut juga diarahkan menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Stan ini tidak hanya memperkenalkan identitas budaya Sumenep, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat lebih mudah memahami program dan arah pembangunan daerah,” ujar Arif.

Menurutnya, penyajian informasi pembangunan melalui media visual dapat membantu masyarakat mengenali berbagai program yang sedang dan akan dilaksanakan pemerintah daerah.

Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat pembangunan dari sisi perencanaan, indikator, serta program yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Madura Night Vaganza 2026 sendiri menjadi salah satu ruang yang mempertemukan unsur budaya, kreativitas, promosi daerah, dan partisipasi berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, stan perangkat daerah dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan program sekaligus membangun komunikasi publik.

Bagi Bappeda, momentum tersebut dimanfaatkan untuk membawa informasi perencanaan pembangunan lebih dekat dengan masyarakat.

Penyajian informasi dalam bentuk infografis juga menjadi bagian penting karena materi pembangunan yang bersifat teknis dapat dikemas dengan bahasa visual yang relatif lebih mudah dipahami.

Dengan demikian, penghargaan yang diterima Bappeda tidak hanya menjadi apresiasi terhadap tampilan stan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat penyampaian informasi publik mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.

Pada bagian penutup, terdapat tiga hal yang menjadi pesan penting dari keikutsertaan Bappeda dalam MNV 2026.

  • Pertama, kreativitas dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi pembangunan secara lebih komunikatif.
  • Kedua, identitas budaya lokal dapat dipadukan dengan edukasi mengenai perencanaan pembangunan daerah.
  • Ketiga, keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian penting agar informasi pembangunan tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan, tetapi dapat dipahami oleh publik.
  • Penghargaan sebagai salah satu dari enam stan terbaik sekaligus menjadi apresiasi terhadap kerja bersama aparatur Bappeda dalam mengemas informasi pembangunan.

Ke depan, penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat diharapkan terus dilakukan dengan pendekatan yang informatif, terbuka, dan mudah dipahami, sehingga publik dapat mengetahui arah pembangunan daerah secara lebih utuh.

Penulis: ACAN

Editor: Tim Altrian News