SUMENEP|altriannews.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya peningkatan cakupan imunisasi melalui pemanfaatan My Village My Home (MVMH) di Desa Beringin, wilayah kerja Puskesmas Dasuk.
Kegiatan penguatan kapasitas petugas imunisasi tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/10/2026) dengan melibatkan unsur tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta masyarakat yang menjadi sasaran program imunisasi.
Sosialisasi MVMH diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kemampuan petugas dalam memanfaatkan alat bantu pemantauan sasaran imunisasi di tingkat desa.
Peserta kegiatan terdiri dari Tim Kerja Imunisasi, Koordinator Imunisasi Puskesmas Dasuk, Bidan Desa Beringin, kader Desa Beringin, ibu-ibu sasaran imunisasi, serta perangkat Desa Beringin.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah desa dan keluarga.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., mengatakan peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, keberhasilan pelayanan imunisasi tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan.
“Peningkatan cakupan imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan. Keterlibatan kader, pemerintah desa dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak yang menjadi sasaran mendapatkan imunisasi,” kata Ellya.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dapat membantu tenaga kesehatan dalam mengenali sasaran yang belum memperoleh imunisasi maupun anak yang belum melengkapi imunisasi sesuai jadwal.
Dengan keterlibatan kader dan perangkat desa, informasi mengenai sasaran dapat lebih mudah ditindaklanjuti. Orang tua juga diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai jadwal serta pelayanan imunisasi.
My Village My Home menjadi salah satu alat bantu yang digunakan untuk pemantauan status imunisasi anak di tingkat desa atau posyandu.
Melalui pencatatan tersebut, petugas dan kader dapat melihat kondisi sasaran sehingga anak yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal dapat lebih mudah diidentifikasi.
Pemanfaatan MVMH bukan hanya berkaitan dengan pencatatan data. Informasi yang tersedia perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan keluarga dan koordinasi bersama kader serta pemerintah desa.
Langkah tersebut penting agar data sasaran tidak berhenti sebagai catatan, tetapi menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap anak yang belum mendapatkan pelayanan imunisasi.
Ellya menegaskan, pemanfaatan MVMH diharapkan dapat membantu memastikan sasaran imunisasi mendapatkan perhatian.
“Kami ingin memastikan tidak ada sasaran imunisasi yang terlewat. Karena itu, pemberdayaan masyarakat di tingkat desa menjadi bagian penting,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut apabila ditemukan anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Petugas bersama kader dan pemerintah desa perlu mengetahui kendala yang dihadapi keluarga. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Dalam pelaksanaan di Desa Beringin, bidan desa dan kader memiliki peran penting untuk menjangkau keluarga sasaran.
Kader dapat membantu menyampaikan informasi, mengingatkan jadwal pelayanan, sekaligus membantu petugas mengenali sasaran yang belum memperoleh imunisasi.
Sementara perangkat desa dapat mendukung koordinasi dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan.
Keterlibatan ibu-ibu yang menjadi sasaran imunisasi juga menjadi bagian penting. Orang tua merupakan pihak yang berperan langsung dalam memastikan anak mengikuti jadwal pelayanan kesehatan.
Karena itu, komunikasi yang baik antara petugas kesehatan, kader dan keluarga diperlukan agar informasi mengenai imunisasi dapat diterima dengan benar.
Melalui penguatan kapasitas petugas dan pemanfaatan MVMH, Dinkes P2KB Sumenep mendorong pelayanan imunisasi yang lebih terarah di tingkat masyarakat.
Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat peran posyandu dan jaringan pelayanan kesehatan desa sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan imunisasi kepada keluarga.
Pertama, kegiatan di Desa Beringin menjadi bagian dari penguatan kapasitas petugas imunisasi sekaligus sosialisasi pemanfaatan MVMH untuk mendukung peningkatan cakupan imunisasi.
Kedua, keterlibatan bidan desa, kader, ibu sasaran dan perangkat desa memperkuat pemantauan serta tindak lanjut terhadap anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Ketiga, pemanfaatan MVMH perlu diikuti pembaruan data, komunikasi dengan keluarga dan tindak lanjut di lapangan agar informasi sasaran benar-benar dapat mendukung pelayanan imunisasi.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa dan masyarakat, upaya peningkatan cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep diharapkan semakin kuat dan mampu menjangkau sasaran secara lebih optimal.
Penulis: ACAN
Editor: Tim Altrian News














Tidak ada Respon