Example floating
Example floating
KesehatanBerita

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Pemantauan Door to Door untuk Tekan Kasus TBC

Avatar of Altriannews.com
366
×

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Pemantauan Door to Door untuk Tekan Kasus TBC

Sebarkan artikel ini
IMG 20251201 WA0002

SUMENEP | ALTRIAN NEWS – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) pada tahun 2025 ini, dengan meningkatkan pemantauan rumah ke rumah atau door-to-door.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka menekan angka kasus TBC yang masih tergolong tinggi di Kabupaten Sumenep.

Program ini menyasar seluruh desa di 27 kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan. Fokus utamanya adalah mendeteksi secara dini kasus TBC serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan tuntas sesuai standar kesehatan.

Semua puskesmas dikerahkan untuk mengawal proses pengobatan pasien sejak terdiagnosis. Pemeriksaan rutin dan pendampingan dilakukan hingga pasien dinyatakan sembuh.

Untuk memastikan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, Dinkes P2KB membentuk tim PMO (Penanggung Jawab Minum Obat). Mereka bertugas memastikan pasien tidak terputus dalam masa terapi obat selama enam bulan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa disiplin pengobatan berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan pasien TBC.

“Pemantauan dari rumah ke rumah ini kami lakukan agar semua penderita mendapatkan penanganan yang baik dan terpantau mengonsumsi obat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengobatan yang terputus berisiko menyebabkan resistensi obat.

“Tidak boleh ada jeda selama enam bulan masa pengobatan. Jika terputus, harus diulang dari awal dan pemeriksaan kembali dilakukan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinkes P2KB Sumenep, jumlah kasus TBC masih cukup tinggi. Pada 2023 tercatat 2.556 kasus, meningkat menjadi 2.589 kasus di 2024. Hingga Oktober 2025, kasus menurun menjadi 2.294.

Pemantauan intensif diharapkan mampu terus meningkatkan persentase kesembuhan serta menekan angka kematian dan penularan di lapangan.

Syamsuri menambahkan, keberhasilan pengendalian TBC sangat membutuhkan peran aktif masyarakat. Edukasi gejala TBC dan dukungan moral menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

“Kami mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk ikut mengawasi pasien dan membantu melaporkan bila ada warga yang memiliki gejala batuk berkepanjangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat eliminasi TBC di Bumi Sumekar.

“Kami hadir mendekatkan layanan sampai ke rumah warga agar tidak ada yang terlambat mendapatkan pengobatan. TBC harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Ellya juga menekankan perlunya kerja sama lintas sektor.

“Dengan kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong seluruh masyarakat, kami optimistis Sumenep mampu menekan angka kasus TBC secara signifikan,” pungkasnya.

 

Penulis : Acan

Editor : Tim Altrian News

Penerbit : Altriannews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *