Example floating
Example floating
PolitikBerita

Said Abdullah: Konferda–Konfercab PDIP Jatim Momentum Konsolidasi, Bukan Perpisahan Kader

Avatar of Altriannews.com
379
×

Said Abdullah: Konferda–Konfercab PDIP Jatim Momentum Konsolidasi, Bukan Perpisahan Kader

Sebarkan artikel ini
IMG 20251220 WA0042
Foto Istimewah: MH Said Abdullah

SURABAYA | ALTRIAN NEWS – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Jawa Timur bukan menjadi momentum perpisahan antar-kader, melainkan ajang konsolidasi organisasi dan penguatan solidaritas partai.

Penegasan tersebut disampaikan Said Abdullah saat memberikan arahan dalam rangkaian kegiatan Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Said, seluruh kader PDI Perjuangan merupakan satu keluarga besar yang disatukan oleh sejarah perjuangan dan cita-cita ideologis yang sama. Karena itu, soliditas dan kebersamaan kader menjadi kunci utama kekuatan partai.

“Konferda dan Konfercab ini bukan momentum perpisahan. Kita semua adalah keluarga besar PDI Perjuangan selamanya. Tidak ada kebesaran partai tanpa solidaritas kader,” ujar Said.

Ia menjelaskan, lahirnya bangsa Indonesia tidak terlepas dari cita-cita besar Proklamasi untuk mewujudkan kehidupan nasional yang adil dan makmur. Dalam konteks tersebut, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk terus memperjuangkan ajaran Bung Karno serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Said mengingatkan seluruh kader agar tidak memecah cita-cita besar tersebut ke dalam kepentingan sempit yang justru dapat mencederai marwah partai.

“Cita-cita besar ini jangan kita cacah, jangan kita kotak-kotakkan. Hindari hal-hal yang dapat merugikan nama besar partai. Inilah marwah kita sebagai kader PDI Perjuangan,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menyatakan optimistis terhadap soliditas PDI Perjuangan Jawa Timur ke depan. Menurutnya, kekuatan partai tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses kaderisasi panjang dengan ikatan ideologis yang kuat serta pengabdian yang tulus.

Dalam arahannya, Said turut menyinggung pengalamannya berproses di PDI Perjuangan sejak 1983, saat partai masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sejak awal, kata dia, partai telah membudayakan mekanisme pertanggungjawaban organisasi yang disiplin dan transparan.

“Konfercab dan Konferda menjadi pegangan partai untuk meminta pertanggungjawaban pengurus, baik di tingkat DPC maupun DPD, menyangkut organisasi, program kerja, aset, dan keuangan partai,” jelas Said.

Lebih lanjut, ia menyebut Konferda dan Konfercab juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam menyusun dan mengonstitusikan program partai, mulai dari tingkat pusat hingga anak ranting. Seluruh program tersebut disusun melalui mekanisme demokratis dan pendekatan teknokratis agar mampu menjawab persoalan struktural masyarakat Jawa Timur.

Selain aspek internal, forum Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Jawa Timur juga menjadi ruang strategis dalam menyampaikan sikap politik partai terhadap berbagai isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan masa depan daerah.

“Sikap politik ini wajib kita perjuangkan dan laksanakan bersama seluruh kader di Jawa Timur secara bergotong royong. Itulah karakter PDI Perjuangan,” pungkas Said Abdullah.

 

Penulis : Acan

Editor : Tim Altrian News

Penerbit : Altriannews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *