Example floating
Example floating
PemerintahBerita

Hilal Dipastikan Tak Terlihat, LFNU Sumenep Tetap Gelar Rukyatul Hilal di Pantai Taneros

Avatar of Altriannews.com
275
×

Hilal Dipastikan Tak Terlihat, LFNU Sumenep Tetap Gelar Rukyatul Hilal di Pantai Taneros

Sebarkan artikel ini
ALTRIANNEWS.COM 20260313 181900 0000

SUMENEP, AltrianNews — Menjelang penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah, pemantauan hilal kembali menjadi perhatian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep memastikan bahwa secara astronomis hilal tidak mungkin terlihat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan pada sore hari di Pantai Taneros, Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki pandangan ufuk barat yang cukup terbuka dan dinilai representatif untuk observasi di wilayah timur Madura.

Kegiatan rukyat digelar bersama Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Bimas Islam Kabupaten Sumenep.

Pengamatan juga melibatkan unsur Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.

Ketua LFNU Sumenep, Fathor Rois, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil hisab, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.

“Secara perhitungan astronomi, tinggi hilal masih negatif. Artinya mustahil dirukyat, bukan hanya di Sumenep, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, rukyat tetap dilaksanakan sebagai bagian dari metode ilmiah sekaligus syar’i dalam menentukan awal bulan hijriah.

Menurutnya, meskipun hasil hisab menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat, observasi lapangan tetap penting sebagai bentuk konfirmasi terhadap data astronomi.

Selain faktor astronomis, kondisi geografis pesisir timur Madura juga menjadi tantangan dalam pengamatan hilal.

Di beberapa titik, ufuk barat relatif terbatas. Sementara uap air laut kerap mengaburkan pandangan menjelang matahari terbenam.

Faktor musim juga berpengaruh. Februari masih berada dalam periode musim penghujan yang berpotensi menghadirkan awan tebal.

Meski demikian, prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan wilayah Ambunten relatif cerah saat pelaksanaan rukyat.

Sebelum menetapkan Pantai Taneros sebagai lokasi utama, LFNU Sumenep telah menjajaki sejumlah titik alternatif.

Di antaranya kawasan Tambak Garam Nambakor, Asta Tinggi, Lapangan Terbang Trunojoyo, hingga rooftop Hotel de Bagraf.

Namun beberapa lokasi tersebut dinilai kurang ideal karena keterbatasan ruang observasi, ketinggian yang tidak memadai, serta sudut pandang ufuk yang kurang maksimal.

Alternatif lain sempat mengarah ke Pantai Sapo di Kecamatan Batuputih.

Namun akses menuju lokasi yang harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati lahan pertanian dan pepohonan membuat titik tersebut tidak dipilih.

Keputusan resmi penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah seraya menjaga suasana tetap kondusif dalam menyambut datangnya bulan suci.

 

Penulis: Acan

Editor: Redaksi ALTRIAN NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *