Example floating
Example floating

AF Sport U-17 2026 Resmi Dibuka, 27 Kecamatan Sumenep Buru Talenta Muda Sepak Bola

Pemain muda Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Batuan berebut bola dalam laga AF Sport U-17 2026 di GOR A. Yani Pangligur.
Ket/foto: Pemain Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Batuan berduel dalam pertandingan AF Sport U-17 Football Competition 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Sabtu (10/10/2026).
A-AA+A++

SUMENEP | Altriannews.com – Kompetisi AF Sport U-17 Football Competition 2026 resmi dibuka di Kabupaten Sumenep, Sabtu (10/10/2026) sore. Ajang sepak bola kelompok usia di bawah 17 tahun tersebut dibuka dengan pertandingan antara kesebelasan Kecamatan Kota Sumenep melawan Kecamatan Batuan di GOR A. Yani Pangligur.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Wakil Bupati KH. Imam Hasyim hadir dalam pembukaan kompetisi yang melibatkan pemain muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Sebanyak 27 kecamatan mendapat kesempatan untuk menunjukkan potensi pemain mudanya melalui Piala AF Sport U-17 2026. Kompetisi tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu ruang pencarian talenta yang berpeluang dipersiapkan menuju persaingan sepak bola yang lebih tinggi, termasuk Liga 4 Indonesia.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo meminta para pemain tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran dalam mengikuti kompetisi.

Menurutnya, setiap peserta perlu menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Berkompetisilah secara sportif, tunjukkan kemampuan dan semangat kalian, serta jaga nama baik kecamatan masing-masing,” ucap Bupati Fauzi, Sabtu (10/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan agar kompetisi tidak hanya menghasilkan persaingan antartim, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter pemain muda.

Dalam pertandingan, kemampuan teknis tetap menjadi bagian penting. Namun, sikap disiplin, kerja sama tim, penghormatan terhadap lawan dan keputusan perangkat pertandingan juga menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan atlet.

Bupati Fauzi mengatakan, AF Sport U-17 memiliki sasaran yang lebih luas daripada sekadar menentukan tim yang menjadi juara.

Kompetisi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah melihat pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan melalui proses pembinaan berikutnya.

“Yang paling penting bukan hanya persoalan menang. Tujuan AF Sport U-17 ini adalah mencari bibit-bibit sepak bola yang ke depannya bisa kita bina. Insyaallah, pemain-pemain terbaik akan kita pilih untuk dimainkan di Liga 4 Indonesia,” jelasnya.

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi pemain yang tampil menonjol selama kompetisi untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut dalam proses pembinaan sepak bola Sumenep.

Namun, peluang tersebut bukan berarti setiap pemain yang tampil otomatis masuk dalam skuad Liga 4. Performa pemain tetap perlu dilihat secara konsisten dan melalui proses seleksi serta pembinaan sesuai kebutuhan tim.

Keterlibatan 27 kecamatan juga memperluas ruang pencarian pemain muda. Potensi tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga dapat muncul dari berbagai kecamatan, termasuk wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh panggung kompetisi.

Melalui kompetisi antarkecamatan, pemain mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Pertandingan pembuka antara Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Batuan menjadi awal dari rangkaian persaingan AF Sport U-17 2026. Para pemain dituntut menjaga konsistensi penampilan sepanjang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bagi pemain muda, kompetisi tersebut juga menjadi pengalaman penting dalam membangun mental bertanding. Tekanan pertandingan, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan di lapangan menjadi bagian dari proses yang dapat membentuk perkembangan seorang pemain.

Meski demikian, kompetisi tidak boleh berhenti pada pencarian pemain. Talenta yang ditemukan membutuhkan proses lanjutan berupa latihan terarah, pendampingan pelatih, evaluasi kemampuan, dan kesempatan bertanding secara berkelanjutan.

Pembinaan tersebut penting agar pemain yang memiliki potensi tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang setelah kompetisi selesai.

Keberlanjutan program juga menjadi tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sepak bola daerah. Pemerintah, pelatih, klub, pengelola kompetisi, serta lingkungan keluarga memiliki peran masing-masing dalam mendukung perkembangan pemain muda.

Dengan cakupan peserta dari 27 kecamatan, AF Sport U-17 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Sumenep.

Hasil akhir pertandingan memang menjadi bagian dari kompetisi. Namun, munculnya pemain-pemain potensial yang dapat terus dibina menjadi salah satu ukuran penting dari keberlanjutan program tersebut.

Piala AF Sport U-17 2026 kini menjadi panggung bagi pemain muda Sumenep untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

 

Penulis: Acan

Editor: Tim Altrian News