SUMENEP | ALTRIAN NEWS – PT BPRS Bhakti Sumekar terus meningkatkan intensitas sosialisasi produk pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga ke wilayah kepulauan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi persaingan perbankan yang semakin ketat di lapangan.
Upaya tersebut difokuskan pada perluasan jangkauan layanan ke desa-desa dan wilayah terpencil, khususnya daerah kepulauan di Kabupaten Sumenep. Sosialisasi dilakukan secara langsung agar informasi produk pembiayaan syariah dapat diterima lebih merata oleh masyarakat.
Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Arjasa menyampaikan, salah satu tantangan utama di lapangan adalah banyaknya pelaku usaha yang telah memiliki pinjaman di lembaga perbankan lain. Kondisi tersebut menuntut pendekatan yang lebih intensif dan persuasif.
“Saat kami menawarkan pembiayaan UMKM, banyak pedagang atau pengusaha yang sudah memiliki pinjaman di bank lain. Ini memang menjadi kendala, tetapi bukan alasan untuk mundur. Justru ini tantangan bagi kami agar produk pembiayaan syariah tetap diminati,” ujarnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, tim pemasaran cabang aktif mendatangi desa-desa dengan memanfaatkan momen penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Pada kesempatan tersebut, petugas memberikan layanan informasi terkait pembiayaan UMKM berbasis syariah.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan di pasar-pasar tradisional dengan membagikan brosur produk pembiayaan UMKM, layanan gadai, serta deposito. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau pelaku usaha secara langsung di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa penguatan sosialisasi yang dilakukan cabang merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan syariah.
Dengan menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil, BPRS Bhakti Sumekar optimistis produk pembiayaan UMKM berbasis syariah akan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Kami selalu mendukung inisiatif cabang dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Edukasi yang konsisten, termasuk di wilayah kepulauan, sangat penting agar masyarakat memahami manfaat pembiayaan syariah,” pungkas Hairil Fajar.
Penulis : Acan
Editor : Tim Altrian News
Penerbit : Altriannews.com











