Example floating
Example floating

Prosesi Arya Wiraraja Meriahkan Hari Jadi Sumenep, Berpadu dengan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026

IMG 20261023 WA0009
Keterangan Foto: Bupati Sumenep bersama perwakilan peserta saat penyerahan piagam dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep dan pertunjukan seni budaya.
A-AA+A++

SUMENEP | ALTRIAN NEWS – Prosesi Arya Wiraraja menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang dipadukan dengan kemeriahan Festival Musik Tong-Tong dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah, pelaku seni, dan masyarakat untuk merayakan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Penghargaan itu ditujukan kepada panitia penyelenggara, pelaku seni budaya, serta seluruh unsur yang terlibat dalam rangkaian acara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya panitia dan para pelaku seni yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Bupati Fauzi.

Perpaduan Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong menjadi bagian dari upaya menghadirkan peringatan Hari Jadi Sumenep yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi ruang bagi ekspresi seni dan budaya daerah.

Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan beragam unsur dalam penyelenggaraan acara kebudayaan. Panitia, seniman, penari, serta peserta dari berbagai kalangan turut mengambil bagian untuk menyemarakkan peringatan hari jadi kabupaten di ujung timur Pulau Madura itu.

Menurut Bupati Fauzi, kolaborasi berbagai pihak memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah. Keterlibatan pelaku seni dalam kegiatan publik juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia turut mengapresiasi penampilan para penari dari Bali yang ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menambah keberagaman pertunjukan sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai ekspresi seni.

Selain itu, Bupati memberikan perhatian terhadap penampilan anak-anak yang menunjukkan kreativitas di hadapan masyarakat. Partisipasi generasi muda dinilai penting untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap seni dan budaya sejak dini.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep memiliki arti penting dalam mengenang perjalanan sejarah daerah. Melalui kegiatan budaya, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengenali kembali nilai sejarah, tradisi, dan identitas lokal yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Prosesi Arya Wiraraja menjadi salah satu unsur yang mengangkat nilai sejarah dalam rangkaian peringatan tersebut. Sementara itu, Festival Musik Tong-Tong menghadirkan ekspresi seni yang telah dikenal sebagai bagian dari kehidupan budaya masyarakat Madura.

Penggabungan kedua kegiatan itu menghadirkan perpaduan antara pengenalan sejarah dan pertunjukan seni. Meski demikian, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui acara tahunan. Diperlukan keterlibatan berkelanjutan dari pemerintah, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar tradisi tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penyelenggaraan acara kebudayaan juga dapat menjadi sarana promosi daerah. Namun, manfaat tersebut akan semakin kuat apabila didukung pengelolaan kegiatan yang baik, keterlibatan masyarakat, serta kesempatan yang memadai bagi pelaku seni lokal untuk terus berkarya.

Agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang menaungi Festival Musik Tong-Tong turut memberi konteks lebih luas bagi penyelenggaraan kegiatan budaya di Sumenep. Kehadiran agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Dampak kegiatan terhadap promosi daerah, termasuk bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata, tetap memerlukan dukungan serta pengelolaan yang berkelanjutan. Karena itu, penyelenggaraan festival dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya tarik budaya Sumenep, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

Ke depan, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan tidak hanya bertumpu pada kemeriahan acara, tetapi juga pada upaya pembinaan seniman, pelibatan generasi muda, dan penguatan dokumentasi sejarah serta tradisi lokal.

Bupati Fauzi mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan meneruskan kolaborasi agar seni budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan seni budaya daerah. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga kekayaan budaya Sumenep dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” demikian pesan Bupati Fauzi.

 

Penulis: Acan

Editor: Tim Altrian News

Redaksi: Altriannews.com