Example floating
Example floating

Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Hari Jadi Sumenep

IMG 20261023 WA0003
A-AA+A++

SUMENEP | ALTRIAN NEWS – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan semangat gotong royong dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.

Bupati menilai, kebersamaan masyarakat merupakan salah satu modal utama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan sekadar peringatan perjalanan sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.

Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara nilai sejarah, kebudayaan, dan ekspresi seni masyarakat.

Prosesi Arya Wiraraja mengingatkan masyarakat pada perjalanan sejarah Sumenep dan tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Madura. Sementara itu, musik tong-tong menjadi salah satu kesenian tradisional yang terus berkembang dan mendapat tempat di tengah masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan bernuansa sejarah dan budaya diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

Pelestarian budaya dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkenalkan warisan budaya kepada generasi penerus.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung program pembangunan.

“Persatuan dan gotong royong merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Semangat gotong royong tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga ketertiban lingkungan, membangun kepedulian terhadap sesama, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Di tengah beragam tantangan pembangunan, persatuan menjadi faktor penting untuk menciptakan suasana daerah yang kondusif. Perbedaan latar belakang, pandangan, dan kepentingan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.

Momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep juga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengevaluasi kontribusi masing-masing dalam mendukung kemajuan daerah. Harapannya, kebanggaan terhadap sejarah dan budaya Sumenep berjalan seiring dengan kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan.

Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia, pelestarian kebudayaan, peningkatan kesejahteraan, dan pemeliharaan keharmonisan sosial.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku budaya, generasi muda, dan berbagai unsur lainnya menjadi penting untuk mewujudkan Sumenep yang semakin maju.

Kegiatan budaya seperti Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Namun, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut perlu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan manfaat yang lebih luas.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan persatuan, kepedulian, serta kerja sama yang berkesinambungan.

Melalui semangat tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga warisan sejarah dan budaya sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan. Dengan kebersamaan dan gotong royong, Kabupaten Sumenep diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri daerahnya.

 

Penulis: Acan

Editor: Tim Altrian News